Pernik Dunia Buku
 

Dekonstruksi Teori Hukum Islam

Merek: Kaukaba
Kode Produk: Hukum
Point Reward: 0
Ketersediaan: Tersedia
Harga: Rp75.000 Rp63.750
Jml:  Beli
   - ATAU -   

Judul: Dekonstruksi Teori Hukum Islam (Kritik terhadap Konsep Maslahah Najmuddin al-Thufi)
Penulis: Muhammad Roy Purwanto
Penerbit: Kaukaba, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, September 2014
Tebal: xx + 380 halaman 
Ukuran: 16 x 24 cm / Bookpaper
ISBN: 978-602-1508-48-0

 

Buku ini mengangkat pemikiran al-Thufi dan mengkritisinya dengan jalan yang berbeda dari para pengkritik al-Thufi lainnya. Para pengkritik al-Thûfi sebelumnya, mengkritisi liberalisasi konsep mashlahahnya, bahkan menganggap mashlahah al-Thûfi tidak perlu dijadikan metode ijtihad. Sedangkan kajian buku ini berada pada posisi pengkritik konstruktif dengan mashlahah al-Thûfi. 

Lebih detailnya, penulis mengkritisi mashlahah al-Thûfi dari dua sisi, yaitu kritik epistemologis dan kritik ideologis. Kritik epistemologis di antaranya adalah belum konsistennya penggunaan akal sebagai epistemologi primer bagi konsep mashlahahnya. Demikian pula secara metodologi, ia kurang mengeksplorasi konsep mashlahah dengan teori dan definisi yang jelas. Konsep mashlahah yang dibangun al-Thûfi secara metodologi ”kering” teori. Artinya tak didukung dengan teori sosial, etika, dan teori hukum rasional, sehingga apa yang dimaksudkan dengan ”mendahulukan mashlahah daripada nash”(taqdîm al-mashlahah alâ al-nash) dan hukum-hukum turunannya kurang bisa dipahami secara rasional dan universal. 
 

Kritik kedua secara ideologis, terlihat bahwa konsep mashlahah al-Thûfi yang sebenarnya rasional, namun kembali terpasung oleh kekuatan teks. Hal ini terjadi karena, pada era al-Thûfi kekuasaan teks (nash) begitu menghegemoni, sehingga setiap pendapat dan teori ilmiah selalu berpusat pada teks (nash). Secara tidak disadari, meskipun telah mencoba untuk bersikap liberal, keluar dari kungkungan zamannya, namun al-Thûfi terlihat masih ”terkungkung” dengan ideologi zamannya, yaitu ideologi teks (bayâni). Mashlahah al-Thûfi secara epistemologi masih ”kurang” liberal dan masih terkungkung dengan logika bayani, meskipun bayani rasional.

 

 

Tulis review

Nama Anda:


Review Anda: Note: HTML tidak diterjemahkan!

Rating: Jelek            Bagus

Masukkan kode verifikasi berikut:



Taman Litera © 2018 | Designed By Hekimabi